Monday, 30 April 2018

Mimpi Besar untuk Indonesia: "Membuka Jalan" (Bagian Pertama)

Ternyata rasa rindu untuk menulis masih terngiang-ngiang di kepala sehingga membuat penulis kembali terserap ke dalam perasaan asyik saat menikmati merdunya melodi kata-kata dan indahnya pemandangan lukisan makna di alam pikiran.

Kerinduan dari hati dan pikiran ini, seolah mendesak ingin muncul dan mewujud menjadi nyata dalam bentuk tulisan. Sehingga apalah daya diri ketika sudah dihinggapi rasa rindu yang berat, kecuali membantunya mempertemukan ide-ide dengan kata-kata yang dapat menghasilkan tulisan yang sesuai dengan harapan hati dan pikiran.

Untuk mengobati rasa rindu ini, maka penulis angkat tulisan yang berjudul "Mimpi Besar untuk Indonesia". Karena judul ini terkait dengan tujuan dari dicetuskannya Gerakan Memajukan Indonesia (GerMeIn). Yang mana tulisan ini juga merupakan salah satu bagian dari puzzle besar penulis tentang bagaimana Indonesia ke depan. Memang tidak mudah membayangkan dan menuliskan impian besar tersebut, apalagi mewujudkannya untuk menjadi kenyataan.

Dalam perjalanan sejarah Indonesia, para presiden dan tokoh bangsa mengalami kesulitan untuk membangkitkan dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang maju, makmur dan sentosa. Karena hal ini adalah tugas yang sangat berat. Hal ini tidak hanya berlaku di Indonesia saja, tapi di negara lain pun, hal ini juga menjadi persoalan utama. Bahkan bagi negara-negara besar yang sudah maju sekalipun, dalam jangka panjang, negara-negara tersebut tetap berusaha menjaga kestabilan negaranya, karena hukum alamnya, setiap negara akan selalu mengalami lika liku persoalan dan pasang surut masalah yang harus dihadapi.

Dari tulisan ini, bisa jadi ada sebagian pembaca yang memiliki anggapan bahwa penulis tidaklah pantas membahas hal-hal yang terlalu besar dan luas cakupannya seperti ini, apalagi sampai menggeneralisir persoalan dan sampai harus menyebut serta melibatkan negara-negara lain dalam pembahasannya. Karena hal-hal yang bersifat umum dan teoritis, sudah banyak dibahas dan dikaji oleh para pakar yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Sehingga bagi sebagian orang tersebut, tulisan penulis ini merupakan pendapat tidak berdasar yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Penulis tidak bermaksud mengada-ada atau sok tahu terhadap masalah-masalah besar tersebut. Kalaupun dipaksa untuk menganggap bahwa penulis memang seperti itu, maka anggap saja tulisan penulis ini sebagai pendapat orang awam atau bahkan anggap saja sebagai tulisan fiksi yang adalah suatu kebetulan belaka jika ada kemiripan dengan dunia nyata.

Dalam setiap tulisan yang dibuat penulis, tujuan utamanya hanyalah untuk berbagi pemikiran atau pendapat yang meskipun belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, tapi paling tidak penulis telah berusaha menggunakan logika-logika umum dan hal-hal paling mendasar yang kebenarannya sudah banyak diketahui orang banyak, sehingga para pembaca sudah bisa langsung menilai apakah pemikiran atau pendapat penulis ini benar atau salah.

Jika sampai ada yang mempermasalahkan latar belakang penulis yang berasal dari kalangan orang awam yang tidak dikenal dan tidak memiliki prestasi yang menonjol sedikitpun apalagi karena penulis masih memiliki banyak kekurangan, kelemahan, kesalahan, bahkan keburukan, yang mungkin bagi sebagian orang, tidak layak untuk tampil dan mewarnai pemikiran para tokoh besar dunia, maka bukan berarti hal itu menjadi halangan bagi penulis untuk berkarya dan mengekspresikan pemikirannya dalam bentuk tulisan. Meski penulis bukanlah siapa-siapa, tetapi penulis berhak untuk bermimpi sebesar-besarnya dan setinggi-tingginya. Hal ini pun berlaku untuk semua orang, asalkan impiannya masih bersifat positif dan syukur-syukur berkaitan dengan persoalan banyak orang.

Penulis menyadari bahwa di antara sekian banyak orang tentu ada yang tidak suka atau malah benci pada penulis. Dan penulis bisa memahami maksud dari kebanyakan orang yang tidak suka atau bahkan benci pada seseorang yang terlalu tinggi atau terlalu muluk-muluk dalam bermimpi. Karena kebanyakan orang dan sudah menjadi sifat dasarnya bahwa mereka memiliki pemikiran yang logis dan realistis. Sehingga ketika ada seseorang yang membual dan omong besar dengan impiannya, maka orang lain akan membencinya. Karena mendengarkan orang yang omong besar seperti mendengarkan hal-hal yang tidak logis dan realistis sehingga tidak ada manfaat yang dapat diperoleh, malah hanya akan membawa kerugian, baik rugi waktu, pikiran dan tenaga.

Tetapi kebencian terhadap orang yang membual atau omong besar tersebut sebenarnya adalah karena kesombongan yang terselip dalam perkataan yang diucapkannya. Ketika seseorang sudah mulai menunjukkan kesombongannya, maka orang lain akan dianggap rendah, hina, dan remeh. Sehingga hal inilah yang membuat orang lain tidak nyaman dan tidak suka bahkan benci terhadap orang yang sombong.

Jika apa yang disampaikan penulis terkesan terlalu tinggi dan muluk-muluk, maka bukan berarti penulis hendak menyombongkan diri atau hendak menunjukkan seberapa tinggi pencapaian yang telah diraih penulis, karena dalam tulisan penulis, sebelum membuat tulisan dengan topik pembahasan yang tinggi, berat dan rumit, penulis terlebih dahulu memulai pembahasannya dari hal-hal yang kecil dan sederhana dahulu, kemudian membawanya secara bertahap ke pembahasan yang lebih tinggi. Jadi, jika pembaca mengikuti alur penulisan dan jalan pemikirannya, maka sebenarnya pembaca dan penulis secara bersama-sama sedang mendaki ke arah puncak pembahasan. Sehingga, di situ tidak ada siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah, karena sama-sama sedang melakukan perjalanan pendakian menuju puncak.

Di sini tidak ada siapa yang lebih pandai, lebih hebat, lebih berjasa, lebih bijaksana, lebih tinggi ilmunya dan lain sebagainya, karena di sini, semua orang adalah sama. Yang membedakan di sini adalah siapa yang paling berbakti kepadaNYA. Dan yang mengetahui siapa yang paling berbakti kepadaNYA, hanyalah DIA. Karena belum tentu yang terlihat sholeh orangnya adalah orang yang paling berbakti kepadaNYA. Bisa jadi orang yang kita anggap gila dan terlihat seperti gelandangan malahan adalah kekasihNYA. Sehingga orang yang berbuat baik secara kasat mata belum tentu baik karena bisa jadi dia hanya pura-pura. Tetapi paling tidak, sepanjang yang diketahui masyarakat, orang tersebut tidak melakukan tindak kejahatan dan sering diketahui memiliki sikap dan perilaku yang baik dan sopan serta dari keturunan baik-baik, maka orang tersebut dapat dianggap orang baik meskipun ada kemungkinan kecil bahwa ternyata orang tersebut labil dan memiliki sifat yang jahat.

Sebelum memulai pembahasan, penulis ingin sedikit menyingung orang-orang yang dahulu pernah ada di masa lalu penulis. Intinya adalah kita semua sekarang sudah semakin dewasa dan bertambah umurnya, sehingga masa lalu biarlah berlalu. Dan kini tiada lagi yang perlu disesali. Biarlah semua jadi kenangan untuk melangkah ke depan dan membuka lembaran baru untuk menggapai impian memajukan Indonesia. Tiada lagi perselisihan dan pertikaian yang harus dilakukan karena kita semua satu saudara, satu nusa, satu bangsa, bergerak bersama memajukan Indonesia. Bersama-sama memikirkan dan menghadapi tantangan jaman menuju Indonesia jaya.

Mari kita mulai pembahasan. Apa yang dimaksud penulis dengan membuka jalan dan menyibak rintangan pemikiran? Kita bahas satu per satu. Yang dimaksud jalan di sini adalah jalan dalam arti yang luas, baik jalan dalam arti fisik maupun jalan dalam arti kiasan. Jalan dalam arti fisik berarti jalan penghubung baik darat, laut maupun udara di setiap wilayah yang ada di Indonesia. Mengapa harus dibuka jalan-jalan penghubung antar daerah ini? Hal ini agar terjadi interaksi dan percepatan perkembangan antar daerah. Tanpa dukungan jalan, maka perkembangan dan kemajuan daerah akan terhambat. Kondisi wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau serta wilayah perairan yang luas, sangat dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

Jalan dalam arti kiasan bisa bermakna sangat banyak tergantung dari kata yang mengikutinya. Untuk lebih memudahkan pembahasan, kita langsung saja membahas bidang apa saja yang perlu kita buka jalannya, dalam rangka menuju kemajuan Indonesia. Yang pertama adalah jalan untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang layak. Kesehatan merupakan hal terpenting selain kebutuhan pokok, yang harus dipenuhi dalam kehidupan. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan jiwa dan mental seseorang. Dan sebenarnya jika perawatan kesehatan diperluas, maka perawatan kesehatan tidak hanya berkutat tentang perawatan saat sakit saja agar sembuh, tetapi perawatan atau penjagaan diri saat sehat agar tidak sampai sakit, tentunya ini tentang perbaikan gizi dan edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat. Dan yang terpenting dari tujuan perawatan kesehatan ini adalah agar warga negara Indonesia memiliki kondisi fisik, jiwa, dan mental yang prima sebelum berjuang memajukan Indonesia.

Yang ke dua adalah jalan untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Di kota-kota besar, pendidikan yang setinggi-tingginya tidaklah memiliki banyak persoalan, tetapi biasanya yang jadi persoalannya adalah tingginya biaya pendidikan, ketersediaan/kelengkapan buku terbaru berbahasa Indonesia, dan budaya membaca yang minim. Hal-hal itulah yang jika tidak dipikirkan solusinya dapat menghambat warga negara Indonesia untuk bisa cerdas dan siap memajukan Indonesia. Hal ini belum lagi berbagai permasalahan-permasalahan mendasar yang ada di daerah pelosok, seperti keterbatasan guru, keterbatasan fasilitas belajar mengajar dan lain sebagainya. Padahal kita tahu bahwa daerah Indonesia ini sangatlah luas. Meskipun terdapat warga negaranya yang tinggal di pelosok, tetapi mereka juga berhak mendapatkan fasilitas untuk hal-hal mendasar, yang sama dengan di kota.

Yang ke tiga. Terbukanya jalan ekonomi yang sama bagi setiap warga negara Indonesia. Ekonomi adalah bidang kehidupan yang tidak bisa diabaikan. Karena hal ini terkait erat dengan keberlangsungan kehidupan seseorang. Jika seseorang lemah secara ekonomi dan tidak ada pihak lain yang bisa membantu, maka pada contoh ekstrimnya adalah terjadi busung lapar masal atau bahkan kematian karena ketidakmampuan fisik untuk bertahan dari ketidaktercukupan gizi dalam waktu yang lama. Banyak warga negara Indonesia yang menganggur, sehingga perlu dipikirkan solusinya. Tetapi kadangkala terasa miris ketika sampai terdengar berita terdapat perusahaan yang merekrut tenaga kerja asing di tengah banyaknya warga negara Indonesia yang menganggur. Meski hal itu terjadi karena alasan apapun, tetapi patut diperhatikan dan dipertimbangkan bagaimanapun caranya agar tidak sampai terjadi ketimpangan yang akan semakin memiriskan dunia tenaga kerja Indonesia.

Bidang ekonomi ini perlu dikuatkan agar warga negara Indonesia siap untuk maju dan bersaing dengan negara lain. Sebenarnya solusi penguatan ekonomi ini sudah jauh-jauh hari di awal-awal kemerdekaan Indonesia dipikirkan oleh Pak Hatta dengan adanya koperasi. Di mana konsepnya ada di dalam ekonomi kerakyatan. Secara garis besar, cara kerja koperasi diringkaskan ke dalam kata-kata, dari anggota, untuk anggota dan oleh anggota. Maksud dari kata-kata tersebut adalah, modal ekonomi berasal dari anggota, kemudian hasil keuntungan dari mengolah modal ekonomi itu digunakan untuk anggota, dan orang yang mengelola modal ekonomi itu adalah anggotanya sendiri. Sehingga jika satu anggota koperasinya makmur, maka anggota lainnya juga ikut makmur. Kemudian jika satu anggotanya lemah, maka kelemahan anggota tersebut ditutupi atau dikuatkan oleh anggotanya yang lain.

Yang ke empat. Membuka jalan dalam pendayagunaan potensi SDM  Indonesia. Sebenarnya potensi SDM indonesia yang berkelas dunia ada cukup banyak. Hanya saja kurang diperhatikan atau dibiarkan begitu saja kemampuan besar yang mereka miliki. Bahkan kebanyakan orang Indonesia sendiri tidak menghargai kemampuan mereka, malahan terkadang mencari-cari kesalahannya dan tidak mendukungnya. Kadang seolah jika orang Indonesia yang maju dan bersinar, bangsanya sendiri seperti tidak percaya.

Dalam hal budaya dan karya seni yang dihasilkan SDM Indonesia pun jika dapat didayagunakan dengan baik akan memiliki potensi yang sangat besar. Di dunia ini sepertinya baru di negara Indonesia yang memiliki budaya daerah yang sangat beragam tetapi masing-masing daerahnya masih memiliki toleransi untuk hidup rukun. Kita bisa lihat ada begitu banyak keindahan karya seni yang dihasilkan oleh para leluhur dan diwariskan secara turun temurun. Mulai dari pakaian, tarian, lagu, makanan, upacara adat, rumah adat dan lain sebagainya.  Meskipun berbeda suku, agama, dan ras, masyarakat Indonesia masih menjaga kerukunannya. Kalaupun ada pertikaian dan perpecahan yang ada, biasanya itu karena ulah oknum dan provokator yang sengaja menyulut permasalahan. Padahal sebenarnya jika masing-masing ketua adat atau kelompok yang bertikai bertemu untuk menyelesaikan masalah, semuanya dapat berakhir damai. Karena pada dasarnya orang Indonesia sudah dididik dengan baik melalui budaya-budaya yang ada oleh para leluhurnya.

Jadi leluhur orang Indonesia memang sungguh hebat karena dapat memikirkan budaya dan karya seni yang tidak hanya indah tapi juga mengandung pendidikan yang dapat ditanamkan kepada anak cucunya secara tidak sadar. Sebenarnya kita sebagai anak cucu dari para leluhur kita, dengan keanekaragaman budaya yang ada ini diajarkan untuk kreatif serta menjunjung tinggi budi pekerti yang luhur dengan ajaran tatakrama dan sopan santunnya.

Yang ke lima. Membuka jalan dalam pendayagunaan SDA Indonesia yang berlimpah. Indonesia merupakan satu-satunya negara di dunia yang berada di daerah katulistiwa yang memiliki keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang sangat kaya. Indonesia memiliki beraneka macam tumbuhan dan binatang unik yang beberapa di antaranya hanya ada di Indonesia. Indonesia juga masih memiliki banyak tempat yang kondisinya masih alami dan indah baik di daratan maupun di lautan. Sehingga potensi untuk menjadi negara yang menjadi rujukan sebagai tempat wisata dunia sangatlah besar jika dapat digarap dan dikelola dengan baik.

Belum lagi potensi pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan dan kelautan di Indonesia masih sangat besar karena belum semua potensi wilayah Indonesia didayagunakan secara maksimal. Semua potensi besar tersebut sungguh sangat luar biasa besar mengingat wilayah Indonesia yang sangat luas yang terdiri dari ribuan pulau dan dikelilingi oleh perairan yang sangat luas pula.

Jika menyebut semua kekayaan alam Indonesia, kita hanya bisa berdecak kagum atas keindahan dan potensi besarnya yang masih terpendam. Padahal kita belum membahas potensi pertambangan yang terkandung di alam Indonesia. Mulai dari emas, minyak bumi, nikel, besi, batu bara, dan lain sebagainya. Sehingga layaklah Indonesia disebut sebagai zamrud katulistiwa atau bahkan sepotong sorga yang dijatuhkan Tuhan di dunia karena kekayaan dan keindahannya yang tiada tara.

Yang ke enam, membuka jalan pikiran. Mengapa kita harus membuka jalan pikiran? Karena segala perbuatan manusia dipengaruhi oleh pikirannya. Jika jalan pikiran masih tertutup, maka tiada perbuatan yang bisa dilakukan. Selama ini Indonesia belum bisa maju, karena kebanyakan orang Indonesia, jalan pikirannya masih belum terbuka atau masih belum tahu bagaimana caranya untuk maju. Cara untuk maju sebenarnya sederhana, yakni mengenali potensi diri kemudian mendayagunakan potensi tersebut untuk memberi manfaat kepada sekitar. Ketika manfaat yang diberikan semakin besar, maka apa yang ada di sekitar kita lama-lama akan mengalami kemajuan.

Tuesday, 24 April 2018

Menyapa Dunia

Gemericik air hujan menjadi pengiring saat pertama kali menuangkan pemikiran dan perasaan penulis ke dalam untaian kata, kalimat dan paragraf untuk menyapa para pembaca tulisan ini.

Setiap detik dilalui sambil berusaha menyadari dan menangkap sekelebatan ingatan dan ide yang datang dan pergi saat merenungi makna kehidupan.

Sudah sangat banyak kata-kata yang terucap dan tertulis serta telah banyak pula kata-kata yang tidak terucap dan tertulis yang terungkap dalam bentuk tindakan maupun karya seni, sebagai refleksi atas kehadiran diri terhadap apa saja yang ada di sekeliling kita.

Tulisan inipun merupakan sebuah refleksi atas kerinduan penulis yang sudah cukup lama membiarkan waktu berlalu tanpa menorehkan atau mengabadikan pemikiran dan perasaan ke dalam tulisan yang dapat dikenang penulis suatu saat nanti atau bahkan dikenang oleh orang-orang pada generasi selanjutnya sebagai sebuah kisah perkembangan perjalanan pemikiran dari generasi sebelum mereka.

Bagi yang belum bisa menikmati makna di balik kata-kata dan pemikiran, tulisan seindah dan sebagus apapun hanyalah akan menjadi sekedar untaian kata-kata tanpa arti dan tanpa memiliki hubungan apapun dengan kehidupan sehari-hari.

Tetapi bagi mereka yang memahami dan bisa menyelami samudera makna kata-kata, maka satu dua kata bahkan susunan serta urutan kata-kata pun, memiliki arti dan kesan yang berbeda. Sehingga untuk menyampaikan maksud & tujuan sebagaimana yang diharapkan penulis, maka akan memerlukan suatu seni tersendiri

Mengenai hal ini, penulis pun masih dalam tahap belajar, karena memahami hal yang begitu kompleks dan dengan banyaknya perkembangan di sana sini, maka proses menyerap dan memahamkannya pada diri sendiri akan membutuhkan waktu yang sangat lama bahkan tak hanya menghabiskan waktu seumur hidup tapi juga akan memakan waktu beberapa generasi berikutnya jika maksud dan tujuan besar tersebut belum tercapai.

Sebagaimana yang ada pada tulisan-tulisan sebelumnya, yang menjadi maksud penulis dalam membuat setiap tulisannya adalah untuk menggambarkan sekelumit jalan pemikiran tentang pengenalan diri, yang pada akhirnya tujuan dari pengenalan tersebut adalah untuk mengabdi kepada Tuhan dengan cara berbakti kepadaNYA melalui peran diri yang dapat memberi manfaat positif kepada sekeliling kita.

Mengapa pengenalan diri ada kaitannya dengan Tuhan? Bukankah bagi kebanyakan orang, Tuhan adalah persoalan yang jauh dari pemikiran dan mustahil untuk dapat dibayangkan? Bagaimana tidak, banyak hal tentang Tuhan yang sulit dijelaskan oleh akal, karena bagi kebanyakan orang, untuk mengetahui atau mengenali sesuatu harus melalui ke lima inderanya baru sesuatu tersebut dianggap ada. Padahal Tuhan mencontohkan bahwa di dunia ini terdapat hal-hal yang hanya bisa diketahui keberadaanya karena adanya kecanggihan teknologi contohnya seperti “partikel Tuhan”. Sehingga apakah kita harus membangun terlebih dahulu teknologi yang sangat-sangat canggih hanya untuk mengetahui keberadaan Tuhan? Butuh berapa ribu tahun lagi teknologi yang seperti itu dapat ditemukan? Padahal untuk menemukan “partikel Tuhan”, dibutuhkan perkembangan teknologi yang sangat maju, yang prosesnya berlangsung selama beribu ribu tahun lamanya dari sejak adanya Nabi Adam.

Jika kita berpatokan pada pembuktian secara indrawi untuk mengetahui keberadaan Tuhan, maka jelas tidak akan mungkin seumur hidup kita yang paling lama cuma seratusan tahun untuk sampai pada kesimpulan bahwa Tuhan itu ada dan bisa kita indera. Itupun jika hal tersebut adalah mungkin terjadi. Padahal Tuhan bersifat gaib, sehingga tidak akan mungkin kita bisa menggunakan indera untuk melihatNYA ataupun menyentuhNYA.

Tapi Tuhan tidak begitu saja membiarkan dan meninggalkan kita hidup di dunia ini tanpa petunjuk sehingga kita berjalan tanpa arah dan tujuan apalagi sampai tersesat tidak karuan. Karena jika kita semua berjalan tanpa arah dan tujuan apalagi sampai tersesat, maka sudah sejak dari dulu dunia ini hancur karena pertikaian dan peperangan serta kerusakan alam di mana-mana karena ulah manusia yang terlalu berlebihan.

Untuk itu, Tuhan menurunkan Nabi atau Rasul sebagai utusanNYA dengan membawa kitabNYA untuk menjelaskan tentang diriNYA serta bagaimana manusia ini berlaku dan hidup di dunia ini. Jadi beruntunglah kita semua ketika masih bisa menjalankan ajaran agamaNYA, karena pada dasarnya ajaran agamaNYA bagaikan jalan tol yang akan mempercepat perjalanan kita untuk sampai pada tujuan kita diciptakanNYA di dunia ini.

Karena begitu Maha Pengasihnya, Tuhan tidak hanya memberikan petunjuk melalui Nabi atau RasulNYA, tetapi juga melalui pengalaman-pengalaman sehari-hari yang kadang terlihat sepele dan seolah tidak berarti. Tetapi jika kita renungkan ternyata hal tersebut terkandung Kemahabesaran dan Kekuasaan Tuhan yang tak terbatas bahkan kepada hal-hal yang tidak tidak terpikirkan sekalipun.

Tuhan Maha Mengetahui apapun yang dipikirkan semua manusia, sehingga konsekuensinya, Tuhan juga Maha Mengetahui batasan pemikiran yang mampu dicapai oleh seluruh manusia yang ada di dunia ini. Oleh karena itu Tuhan pun Maha Kuasa untuk membuat kita takjub kepada hal-hal yang bagi orang lain tampak sepele tapi bagi kita merupakan suatu hal yang memiliki makna yang mendalam.

Karena hal ini pula, akan timbul persoalan baru yang mungkin akan muncul dari orang-orang yang sudah terlanjur tersesat dan terjerumus dalam kehidupan yang kelam. Mereka mungkin saja akan berkata bahwa mengapa Tuhan tidak menunjuki mereka kepada kebenaran dan membuat mereka menjadi orang yang baik? Bukankah Tuhan Maha Kuasa untuk melakukannya?

Sebagai manusia, kita bisa mempertanyakan hal-hal seperti itu bahkan hal-hal lain yang lebih rumit lagi dari itu karena manusia memang telah dibekali kemampuan akal untuk mempertanyakan apapun termasuk dirinya sendiri bahkan TuhanNYA. Tetapi kemampuan akal untuk menjawab dan memahami apa yang dipertanyakan tergantung dari tingkat kebersihan hatinya. Semakin bersih hatinya, semakin tinggi pertanyaan seperti itu yang bisa dijawabnya.

Sebelum membahas masalah tersebut, penulis mau menekankan terlebih dahulu bahwa, tidak berarti penulis berkata seperti ini, itu dan lain sebagainya, kemudian hal itu berarti menunjukkan bahwa penulis adalah orang seperti ini atau seperti itu. Pada intinya dan pada dasarnya apa yang penulis buat dalam setiap tulisannya adalah untuk berbagi pengalaman dan pemikiran, yang harapannya agar dapat memberikan manfaat yang positif bagi orang lain.

Kita kembali pada pertanyaan sebelumnya, yakni mengapa Tuhan tidak sekalian saja menunjuki semua orang sesat pada kebenaran dan menjadikan mereka orang yang baik? Bukankah dengan begini dunia akan menjadi lebih tentram dan damai?

Ada banyak kemungkinan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan di sini penulis mencoba menjawab meskipun ada kemungkinan jawaban penulis juga tidak tepat atau bahkan salah. Tetapi maksud penulis tetap membahasnya adalah hanya untuk berbagi pemikiran dan syukur-syukur menginspirasi orang lain untuk menemukan jawaban yang lebih baik lagi.

Mari kita mulai untuk menjawabnya. Tuhan menciptakan manusia dengan dibekali sifat yang mirip dengan Tuhannya tetapi dengan kadar yang sangat kecil. Hal ini bisa dilihat perbandingannya yakni ketika kita mau menyebut sifat-sifat manusia, maka kita tinggal menyebutnya tanpa ada tambahan kata di depannya tetapi berbeda ketika kita ingin menyebut sifat Tuhan maka di depannya pasti akan kita tambahi dengan kata "Maha". Contoh Maha Kuasa, Maha Mencipta, Maha Mengetahui dan lain sebagainya.

Hal ini berarti bahwa manusia memiliki sifat Ketuhanan, tetapi dengan kadar yang sangat kecil. Sehingga itulah mengapa dalam kondisi ekstrim ketika manusia sudah merasa sangat berkuasa untuk melakukan apapun dan sombong, sampai berani mengklaim bahwa dirinya adalah tuhan.

Karena sifat Ketuhanan inilah sehingga manusia diberi kebebasan untuk memilih dan melakukan apapun yang dikehendakinya di dunia. Tetapi Tuhan juga memberi batasan dan aturan serta hari pembalasan untuk mempertanggung jawabkan semua amal perbuatan yang baik dan yang buruk yang dilakukannya ketika di dunia.

Oleh karena ada batasan, aturan dan hari pembalasan, maka sebenarnya manusia sudah diberi petunjuk melalui pengalaman-pengalaman hidupnya. Hanya saja mereka tidak mau merenungkan petunjuk itu dan mengambilnya sebagai pelajaran untuk keluar dari dunia kelam dan kembali kepada jalan yang lurus.

Untung saja Tuhan Maha Pengampun, sehingga ketika kita bersalah dan mau bertobat, maka masih terbuka peluang untuk kembali kepadaNYA dan diampuninya semua dosa-dosa kita.

Jadi sebenarnya masalah orang-orang yang tersesat dan yang jauh dariNYA adalah karena mengabaikan petunjukNYA. Setiap saat Tuhan mengajari dan memberi petunjuk pada kita. Hanya saja karena kita sudah terlanjur enak merasai nikmatnya dunia sehingga kita merasa berat untuk meninggalkan nikmatnya dunia dan oleh karena itu ketika kita diingatkanNYA untuk meninggalkan kenikmatan terlarang yang sedang kita rasakan maka kita pura-pura tidak tahu atau tidak menghiraukan peringatan tersebut.
Bagaimana bentuk peringatan dariNYA atas perbuatan terlarang yang tidak boleh kita lakukan? Jika hati kita belum terlalu dicemari hal-hal yang kotor, maka tanda peringatan dariNYA adalah perasaan was-was, perasaan takut, perasaan bersalah dan berbagai pertentangan batin ketika akan melakukan hal-hal terlarang. Jika hati kita sudah terlalu kotor, maka perasaan tersebut semakin lama akan memudar. Tetapi karena Maha Pengasihnya Tuhan, DIA masih mengingatkan kita melalui orang lain dan melalui berbagai persoalan kehidupan yang dialami.

Memang pembahasan dan pendalaman berbagai persoalan manusia sungguh sangat luas dan tidak terbayangkan banyaknya sehingga menjabarkannya dalam satu tulisan yang utuh dan tuntas sampai ke akar-akarnya terasa sangat sulit bahkan hampir mustahil dilakukan oleh orang awam dan yang punya banyak kesalahan dan kekurangan seperti penulis. Sehingga tulisan pembuka ini dan sebagai sapaan kepada para pembaca yang setia mengikuti serangkaian tulisan-tulisan penulis, kiranya ini dapat menjadi obat kerinduan penulis untuk menulis dan pembaca yang telah sangat lama menunggu terbitnya tulisan yang terbaru.

Secara garis besar jika dikaitkan dan diingatkan lagi kepada Gerakan Memajukan Indonesia (Germein) yang beberapa tahun yang lalu dicanangkan penulis, rencana besar atau mimpi besar untuk memajukan Indonesia belum berakhir. Meskipun sempat penulis dalam beberapa waktu yang agak lama, tidak aktif menulis, tapi hal ini tidak berarti bahwa gerakan ini pun ikut berhenti. Di dunia tulisan memang sempat sempat terhenti, tetapi di dunia nyata, gerakan ini tetap berjalan, meskipun tidak digambar-gemborkan dengan menggunakan kata-kata Germein (Gerakan Memajukan Indonesia). Karena tidak selalu semuanya harus diungkapkan dengan kata-kata, tetapi dapat pula suatu ide atau pemikiran dinyatakan dalam sikap dan tindakan.

Tetapi penulis juga menyadari bahwa mewujudkan hal-hal yang ideal menjadi nyata dan dapat dijalankan di lapangan, sungguh sangatlah sulit. Tetapi berbekal niat baik dan harapan bahwa suatu saat mimpi besar tersebut dapat terwujud, menjadi semangat untuk tetap berjalan dan memperjuangkan gerakan ini, walaupun bagi orang lain, apa yang dilakukan penulis hanyalah tindakan kecil, sepele dan tidak memiliki dampak apapun terhadap perubahan perkembangan kemajuan Indonesia.

Tetapi penulis tidak menyerah karena konsep dasar dari Gerakan Memajukan Indonesia (Germein) adalah bagaimana mengenali diri dan menggali potensi diri yang kemudian menggunakan potensi tersebut untuk memberi manfaat kepada sekeliling, syukur-syukur bisa mengembangkan dan memajukannya. Kalaupun potensi atau kemampuan kita kecil, tidaklah mengapa. Berarti memang cakupan manfaat yang bisa kita berikan ke sekeliling pun kecil. Tapi kita tidak perlu rendah diri dan iri kepada yang lain, karena pasti Tuhan mempunyai kebijaksanaan mengapa demikian. Yang terpenting kita terus berjuang dan terus bersyukur atas karunia kehidupan dan berbagai kenikmatan yang diberikanNYA.

Monday, 2 January 2017

Mengenal diri (Refleksi awal tahun)

Di antara makhluk Tuhan yang lain, manusia adalah makhluk yang terbaik. Hal ini karena pada diri manusia terkumpul hal-hal yang pada makhluk lain hanya memiliki satu atau beberapa hal saja. Jika disederhanakan, maka manusia memiliki akal yang dengannya dapat mensifati kebaikan malaikat atau bahkan mensifati setitik kebaikan Tuhan. Selain itu, manusia juga memiliki nafsu yang dengannya dapat mensifati keburukan binatang atau bahkan mensifati keburukan setan.

Tapi manusia dikaruniai hati, yang dengannya manusia dapat mengendalikan dan memadukan sifat yang saling bertolak belakang antara akal dan nafsu tersebut untuk tunduk dan patuh di bawah bimbingan Tuhan melalui tuntunan agama yang diajarkan oleh RasulNYA. Tanpa nafsu, maka kita tidak mempunyai ambisi untuk meraih sesuatu, bagaikan air atau udara yang mengalir ke manapun keadaan membawanya pergi. Tanpa akal, maka kita bagaikan binatang yang bergerak menuruti nafsu hewani, tanpa mempedulikan kebaikan dan kebenaran.

Dengan hati yang suci, maka manusia dapat meraih tahapan yang sangat mulia melebihi malaikat. Tapi dengan hati yang kotor, maka manusia dapat meraih tahapan yang sangat rendah seperti binatang atau setan bahkan lebih rendah dari itu.

Kesucian dan kekotoran hati kita dipengaruhi oleh keadaan diri kita dan hal-hal di luar kita. Jika pikiran kita bersih, prasangka kita baik, dan kita berada di lingkungan yang positif, maka kebersihan hati kita bisa terjaga dengan baik. Tapi sebaliknya, jika pikiran kita kotor, prasangka kita buruk, dan kita berada di lingkungan yang negatif, maka hati kita menjadi keruh dan kotor. Kekeruhan dan kekotoran hati inilah yang menjadi sumber kegelisahan dan masalah dalam hidup kita.

Jika kita kembali pada pembahasan di awal, yang menyebutkan bahwa manusia dikaruniai akal, nafsu, dan hati, maka bagian terpenting dari manusia adalah hati. Jika kita bisa menjaga kebersihan hati dengan berpikir dan berprasangka baik, serta berada di lingkungan yang baik, maka kita bisa mengatasi masalah dan menjalani kehidupan ini dengan baik. Tapi jika kita tidak bisa menjaga kebersihan hati, maka meskipun kita sangat pintar dan punya ambisi besar dalam meraih kesuksesan yang lebih besar, hati kita tetap merasa gelisah walaupun kita memiliki harta melimpah.

Jika kita renungkan dan rasakan, sebenarnya diri kita, ada di dalam hati kita. Akal & ambisi untuk sukses hanyalah alat yang digunakan oleh hati dalam meraih tujuan hidup kita. Tujuan hidup kita ada di dalam apa yang menjadi minat-bakat kita (potensi diri). Buah dari minat-bakat kita adalah hasil karya yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Akhir kata, mengenali diri dimulai dari hati. Agar mudah mengenali diri, maka bersihkan hati dan jauhkan diri dari perbuatan yang tidak terpuji. Semoga di awal tahun ini kita dapat semakin mengenali diri dan potensi diri, kemudian mendayagunakan potensi diri tersebut untuk menghasilkan karya yang bermanfaat dan menginspirasi orang lain.

Thursday, 7 April 2016

INTERMEZO 3 (Mempromosikan daerah wisata di Indonesia - bagian 1)

Saat liburan panjang, A punya rencana untuk berlibur ke suatu tempat wisata di daerahnya. Biasanya dia mengadakan liburan ke suatu tempat wisata bersama temannya. Seminggu sebelum liburan, A bertemu dengan temannya yang bernama a6 untuk membicarakan rencana liburan panjang mereka. Pada pagi hari sebelum pertemuan mereka, terjadi percakapan berikut melalui telepon.

a6: "Hallo, A!" katanya dengan nada yang bersemangat setelah dia mandi, berpakaian rapi & bersiap untuk berangkat kerja.

A: "Hai!... Kamu terdengar sangat bersemangat pagi ini! Ada apa gerangan? Ada kabar baik-kah?" Tanyanya, sambil menghentikan sejenak aktivitas sarapan paginya yang baru dimakannya setengah.

a6: "Hei! Minggu depan kita libur panjang. Tidakkah itu adalah hal yang bagus!?" jawabnya dengan perasaan senang & ingin segera mengatakan maksud dia menghubungi A.

A: "Oh! Iya! Aku tahu itu & itu adalah hal yang sangat bagus." katanya sambil menebak-nebak apa maksud temannya menelepon dirinya.

a6: "Aku punya rencana untuk kita berdua pada liburan panjang minggu depan nanti. Bagaimana kalau kita nanti malam bertemu untuk membicarakan hal ini?!" tanyanya sekaligus ajakan yang mau tidak mau harus disetujui A karena liburan & memanfaatkan waktu liburan untuk berwisata adalah hoby & kesenangan mereka berdua.

A: "Ok! Kita bertemu & berbincang di tempat biasanya. Nanti malam datanglah ke rumahku jam 7-an." jawabnya menanggapi pertanyaan a6 yang sesuai dengan dugaannya & sama seperti apa yang sudah direncanakan A sebelumnya.

a6: "Nanti malam apa perlu aku bawa mobil ke rumahmu? Barangkali kamu perlu mengajak pacarmu untuk malam mingguan bersama kita sambil membicarakan liburan wisata dengannya." usulnya kepada A dengan maksud untuk menggoda A.

A: "Ah! Kamu ini sudah tahu aku tidak pacaran & juga sudah tahu kalau aku tidak punya pacar masih bercandain aku dengan hal itu! Kalau diumpamakan, kita itu seperti sedang memerankan film yang berjudul 'perjalanan jomblowan mencari jomblowati'?!" kilahnya tidak mau kalah dari candaan a6.

a6: "Ha...ha...Kamu ini bisa-bisa saja bercanda seperti itu. Memangnya akan ada orang yang mau nonton film itu?! Paling-paling yang nonton film itu cuma kita berdua saja. Hahaha..." kelakarnya meneruskan candaan A.

A: "Eh! Bukan cuma kita, tapi semua jomblowan & jomblowati yang sedang mencari cinta pun akan menontonnya." tambahnya.

a6: "Jumlah mereka terlalu sedikit sehingga film itu tidak akan diproduksi apalagi sampai diputar di bioskop-bioskop terdekat." sanggahnya untuk mematahkan candaan A sambil tersenyum senang karena merasa menang setelah beradu argumen dengan A.

A: "Jika tidak bisa diproduksi secara luas, maka lebih baik itu diproduksi secara eksklusif & disebarkan secara terbatas tapi tepat sasaran.  Dengan kata lain lebih baik melakukan satu langkah yang kecil daripada tidak melangkah sama sekali." elaknya mencoba mempertahankan pendapatnya.

a6: "Kok bisa ya kamu berkelit dari argumenku yang memukul telak argumenmu? Padahal aku tadi berpikir bahwa kamu sudah tidak bisa mempertahankan argumenmu sehingga kamu menyerah & menerima argumenku." katanya keheranan mendengar argumen balasan dari A.

A: "Aku juga heran padamu, kok kamu ingin sekali melihat aku kalah darimu. Padahal aku tidak ada maksud untuk mencoba mengalahkanmu dalam setiap pembicaraan yang kita lakukan. Tapi omong-omong, aku harus menyelesaikan sarapan pagiku. Kalau kita terus mengobrol, maka obrolan kita tak akan ada putus-putusnya. Obrolannya kita lanjutkan nanti malam saja. Lagipula apa kamu tidak siap-siap sarapan & berangkat kerja?" katanya untuk mengakhiri obrolan dengan a6.

a6: "Ok..ok.. Aku tidak terbiasa sarapan sepagi ini. Biasanya aku sarapan di kantin kantorku saat jam istirahat minum kopi. Ya sudah, sampai jumpa nanti malam!" pungkasnya sambil berjalan menuju sepeda motor untuk bersiap berangkat kerja.

A: "Ok! Sampai jumpa di rumahku nanti malam." katanya sambil menutup HPnya kemudian melanjutkan sarapan paginya.

Saat hari sudah malam, a6 berangkat ke rumah A menggunakan sepeda motor. Setibanya di rumah A, a6 mengetuk pintu rumah A beberapa kali & tidak lama kemudian A membukakan pintu.

A: "Hallo a6, tunggu sebentar. Aku pamit dulu pada orang tuaku di rumah." sapanya tanpa mempersilahkan a6 masuk rumah karena mereka akan langsung berangkat menuju tempat nongkrong langganan mereka.

Tidak beberapa lama A ke luar rumah & langsung berangkat berboncengan dengan a6 ke tempat nongkrong. Tidak sampai 10 menit mereka sampai kemudian mencari tempat duduk yang kosong & memesan minuman untuk menemani obrolan santai mereka berdua.

a6: "Aku punya beberapa saran yang bisa dipilih sebagai tempat tujuan wisata kita. Kamu bisa memilih salah satu di antaranya atau kamu bisa mengusulkan tempat yang lain." katanya mengawali pembicaraan.

A: "Kita kunjungi saja tempat yang belum pernah kita datangi. Sebelumnya kita pernah pergi ke pantai, air terjun, kolam air hangat, & candi tapi kita belum pernah pergi ke gunung."

a6: "Iya. Itu adalah salah satu tempat wisata yang mau aku usulkan. & aku sependapat dengan usulmu ini. Kita perlu pergi ke sana meskipun harus menempuh perjalanan agak cukup jauh."

A: "Yup. Jika tidak ada halangan untuk pergi ke sana, itu adalah ide yang bagus."

a6: "Saat ke sana, aku akan bawa kameraku. Aku akan dokumentasikan momen kita di sana & pemandangan alamnya."

A: "Ini akan menjadi perjalanan wisata terpanjang yang pernah kita lakukan. Jadi kita juga harus berangkat pagi-pagi agar kita bisa menikmati lebih lama momen di sana & pemandangannya."

a6: "Jadi kita sudah sepakat ya untuk berwisata ke sana?"

A: "Iya. Kita ke tempat itu saja."

Setelah membicarakan tujuan wisata yang akan ditempuh, mereka berbincang-bincang santai tentang hal-hal lainnya. Tentang isu yang sedang hangat dibahas media massa atau tentang perkembangan IPTEK terkini atau tentang pengalaman & pandangan hidup masing-masing dll. Mereka berbincang cukup lama hingga hampir larut malam. Setelah merasa cukup untuk berbincang-bincang, mereka kemudian pulang & langsung istirahat di rumah masing-masing.

Esok harinya, A dihubungi oleh no telepon yang tidak dikenal. Tanpa tahu siapa & untuk apa orang yang tidak dikenal tersebut menelpon, A mengangkat HPnya.

A: "Selamat siang!" sapanya dengan ramah & sedikit bertanya-tanya tentang siapa yang sedang menghubunginya ini.

?6: "Selamat siang! Apakah ini no HP A ?" tanyanya untuk memastikan bahwa yang dihubunginya adalah orang yang benar.

A: "Iya benar! Saya adalah A. Ini siapa? & apa ada yang bisa saya bantu?" jawabnya sembari bertanya tentang orang yang sedang meneleponnya tersebut.

?6: "Ini ?6. Saya adalah pemilik blog perjalanan wisata di Indonesia & di luar Indonesia. Saya menghubungi anda dengan maksud untuk memberi penawaran kepada anda. Jika anda tidak keberatan & ada waktu, saya ingin bertemu dengan anda untuk membicarakan hal ini secara lebih jelas."

A: "Mmm...penawaran seperti apa yang mau anda berikan pada saya? Saya merasa belum pernah menjalin kontak dengan penulis blog manapun & saya juga belum menulis artikel tentang suatu perjalanan wisata apapun di blog saya. Apakah anda tidak salah orang dengan menghubungi saya?"

?6: "Tidak. Saya tidak salah orang. Memang anda-lah yang ingin saya hubungi & mau saya berikan penawaran yang menarik. Saya mau menawarkan paket perjalanan wisata gratis kepada anda."

A: "Wah...ini adalah penawaran yang sangat menarik. Tapi anda tidak memiliki alasan kuat untuk menawarkan perjalanan wisata ini secara gratis kepada saya, karena saya tidak sedang mengikuti undian berhadiah atau menjadi agen pemesanan tiket perjalanan wisata manapun sehingga saya pantas mendapatkan paket perjalanan wisata secara gratis. Apakah anda sudah pastikan bahwa saya adalah orang yang anda maksudkan?"

?6: "Iya. Saya sudah memastikan bahwa anda adalah orang yang saya maksudkan. Saya telah mendapatkan informasi tentang anda di internet & saya juga sudah mengecek data pribadi anda di lapangan. Memang anda-lah yang saya cari." katanya untuk meyakinkan A & membuang keraguan yang saat ini sedang dirasakan A.

A: "Ohw...Jadi mengapa saya mendapatkan paket perjalanan wisata ini secara gratis? Sebelumnya maaf, bukannya saya tidak percaya dengan anda, hanya saja, anda tahu sendiri bahwa sekarang banyak sekali kasus penipuan online yang merayu dengan cara apapun tapi ujung-ujungnya adalah agar kita memberikan sejumlah uang kepada orang tersebut secara cuma-cuma. Padahal kita tidak sadar sedang ditipu untuk memberikan uang tersebut secara cuma-cuma pada orang itu. Dapatkah anda menjelaskan hal ini semua?"

?6: "Mmm...Maaf jika saya menghubungi anda secara tiba-tiba tanpa ada pembicaraan awal sebelumnya. Jika anda masih ragu dengan saya, maka silahkan anda menolak secara langsung saat saya meminta anda untuk memberikan sejumlah uang pada saya. Saya pastikan bahwa anda tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun untuk hal ini & bahkan anda akan mendapat uang dalam jumlah cukup besar jika anda menerima tawaran saya. Saya akan menjelaskan semuanya secara detail tentang penawaran ini dalam pertemuan kita nanti."

A: "Wow...sungguh menarik penawaran anda. Jika tidak terlalu mendadak & tidak mengganggu jadwal kegiatan anda, saya punya waktu untuk bertemu dengan anda malam ini."

?6: "Tidak masalah. Saya punya cukup banyak waktu luang & saya siap kapanpun anda minta. Saya mengikuti saja jadwal kegiatan anda. Jika dilakukan malam ini, maka itu malah lebih baik, karena semakin cepat kita bertemu, kita dapat segera membicarakan apa yang perlu kita siapkan & perlu kita lakukan dalam perjalanan wisata kita. Setelah ini saya akan smskan tempat pertemuan kita malam ini."

A: "Ok. Saya tunggu informasinya."

Saat malam sudah tiba, A pergi ke tempat yang sudah dipersiapkan ?6. A masuk ke sebuah rumah makan besar & terus berjalan menuju tempat duduk seperti yang telah diinformasikan oleh ?6. Di tempat duduk tersebut, A melihat seorang perempuan cantik yang duduk dengan anggun sendirian. Dia mengenakan pakaian berjilbab yang modis dengan warna hijau cerah tapi model pakaiannya tetap menampilkan kesan yang elegan.

A: "Permisi!.."

?6: "Iya, mas silahkan duduk! Saya sudah menunggu anda beberapa menit yang lalu."

A: "Jadi anda bernama ?6 yang menghubungi saya melalui telepon?! Maaf, saya belum mengenal anda sehingga saya hampir mengabaikan anda saat mencari-cari gadis yang mengundang saya untuk datang ke sini. Saya sedikit tidak percaya bahwa yang menghubungi saya adalah anda & saya terkesan dengan pertemuan pertama kita pada saat ini."

?6: "Saya sudah terbiasa dengan pujian anda seperti ini bahkan saya tidak kaget jika ada orang yang pertama kali bertemu dengan saya kemudian ngegombal hanya untuk menarik perhatian saya & berusaha mendapatkan cinta saya."

A: "Baiklah. Jika anda sudah terbiasa menghadapi hal-hal seperti itu, maka kita bisa beralih ke pembicaraan utama kita."

?6: "Anda memang cukup jaim ya jika berhadapan dengan perempuan cantik. Anda tertarik pada perempuan tersebut tapi tidak mau memperlihatkan ketertarikan anda padanya. Ok-lah, bisa aku pahami alasannya."

Beberapa saat suasana menjadi berlangsung tanpa kata-kata. Mereka berdua hanya saling memandang satu sama lain sambil memikirkan sesuatu di benak masing-masing.

?6: "Aku sudah membaca tulisan-tulisan yang kamu buat. & dari tulisan-tulisanmu itu, aku dapat memahami seperti apakah dirimu." katanya memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.

A: "Baik. Apa yang mendorongmu untuk berusaha memahami seperti apakah diriku & memilihku untuk mengerjakan proyekmu? Bukankah banyak orang yang lebih pintar dariku & banyak yang lebih berpengalaman dariku?"

?6: "Aku adalah pemilik sebuah blog dengan jangkauan pembaca dari dalam negeri maupun luar negeri. Jadi aku sangat memperhatikan kualitas dari artikel blog yang aku punya. Aku berusaha menyajikan kualitas tulisan terbaik dalam blog yang aku punya. Karena blogku sudah berkembang dengan pesat daripada pertama kali saat aku merintisnya, maka aku tidak sendirian dalam mempersiapkan semua tulisan yang ada pada blogku. Aku memperkerjakan banyak penulis lepas sepertimu, tentunya aku memilah-milahnya terlebih dahulu sesuai dengan standar kemampuan menulis yang aku tetapkan untuk membantuku meraih visi & menjalankan misiku."

A: "Ternyata kamu memiliki visi & misi yang jelas. Kamu juga telah mengetahui apa tujuanmu & bagaimana cara untuk menggapainya. Tapi aku belum mendapatkan jawaban atas pertanyaanku, meskipun aku sudah memikirkan beberapa kemungkinan jawaban atas alasanmu melakukan hal ini."

?6: "Seperti yang telah aku baca dalam setiap tulisan yang kamu buat, aku akui jangkauan pikiranmu sudah melampauiku sehingga dapat menebak-nebak apa yang ada dalam pikiranku. Intinya aku merasa telah menemukan orang yang tepat untuk mengerjakan proyek baruku dalam hal penulisan artikel tentang tempat wisata di Indonesia. Aku dapat membaca arah & tujuan dari tulisan-tulisan yang kamu buat & jika dikerucutkan, tujuanmu membuat tulisan ada dua, yakni tujuan pribadi & tujuan abadi. Tujuan pribadimu adalah poligami sedangkan tujuan abadimu adalah memajukan Indonesia pada khususnya & memajukan umat manusia pada umumnya.

A: "Penjelasanmu ini masih terlalu umum. Bisakah kamu jelaskan secara lebih spesifik alasanmu tersebut?!"

?6: "Dari sekian banyak penulis yang ada, tulisan yang kamu buat begitu unik. Tulisanmu mengandung kesadaran diri & kesadaran akan adanya harapan terhadap terwujudnya impian serta semangat untuk menggapai impian tersebut. Jika disederhanakan lagi, tulisanmu adalah tentang mengenali diri & mengenali tujuan hidup kita. Inilah yang membuatku terdorong untuk memilihmu dalam proyekku & yang membuatku penasaran dengan cara yang kamu tempuh dalam mengenali dirimu sendiri."

A: "Penjelasan panjang & lebarmu masih belum menjawab alasanmu memilihku & alasanmu memahami jati diriku."

?6: "Wah...aku terkesan padamu. Penjelasanku ternyata belum memuaskanmu. Ternyata kamu dapat mengenali alasan tersembunyi di balik apa yang aku lakukan meskipun sudah berusaha aku tutup-tutupi. Oklah...aku menyerah. Ini semua adalah karena cinta. Pada awalnya adalah pencarianku & penantianku untuk menemukan seseorang yang dapat memenuhi rasa hausku terhadap makna kehidupan. Selama ini aku telah melewatkan begitu banyak pria sampai akhirnya aku menyerah sehingga aku bersedia membuka diri terhadap pria yang terakhir kali mendekatiku. Tetapi saat mulai menjalin hubungan yang agak serius, aku malah bertemu seseorang yang sama persis dengan seseorang yang selama ini aku cari & aku impikan. Orang itu adalah dirimu."

A: "Jangan sampai aku menjadi penyebab rusaknya hubungan kalian."

?6: "Jika keberhasilan hubungan adalah ke dua belah pihak saling merasakan kebahagiaan, maka sejak awal aku sudah tidak berhasil menjalin hubungan dengannya karena aku belum merasakan kebahagian ketika bersamanya. & dengan demikian hubunganku dengannya tidak bisa dilanjutkan lagi."

A: "Argumenmu cukup masuk akal. Tapi itu akan menimbulkan masalah baru. Bagaimana jika di tengah jalan kamu menemukan pria yang jauh lebih baik dariku, apakah kamu juga akan meninggalkanku? Hal ini bisa saja terjadi karena di atas langit masih ada langit, di atas dia ada aku tapi di atas aku masih ada orang lain. Jika tujuanmu adalah mencari orang yang lebih baik dari orang yang saat ini dekat denganmu, maka pencarianmu tidak akan pernah berakhir. Karena kamu akan menemukan banyak sekali orang dengan kombinasi kelebihan secara fisik maupun non fisik yang beraneka macam."

?6: "Tapi saat ini untuk pertama kalinya aku menemukan orang yang sangat cocok dengan orang yang selama ini aku cari. & aku telah menetapkan hatiku untuk memilihmu sebagai pria yang terakhir dalam hidupku."

A: "Mmm...Sebesar itu ya keyakinanmu padaku. Sebelumnya kamu mengatakan bahwa kamu telah mencari informasi tentangku & telah mengecek informasi tersebut di lapangan serta telah membaca tulisan-tulisan yang aku buat sehingga kamu tadi mengatakan telah memahami diriku seperti apa. Itu artinya kamu sudah tahu apa mauku & apa yang selama ini aku kejar. Apakah kamu sadar & mengetahui konsekuensi dari usahaku dalam menyuarakan pernikahan poligami pada tulisan-tulisan yang aku buat? Jika kamu memahaminya, maka kita langsung saja beralih ke pokok pembicaraan kita tentang kejelasan hubungan di antara kita, 'Maukah kamu dipoligami?' "

?6: "Aku sadar & aku mengetahui hal itu. Maksudku menyertakan dirimu ambil bagian dalam proyek baru yang aku buat adalah agar kita bisa lebih sering menjalin komunikasi secara lebih jauh & mendalam. Agar kita bisa saling mengenal satu sama lain & pada akhirnya aku ingin menunjukkan padamu bahwa aku pantas menjadi satu-satunya perempuan dalam hidupmu tanpa perlu kamu berpikir untuk mencari perempuan lain & berkeinginan untuk melakukan pernikahan poligami."

A: "Jadi kamu ingin mengubahku agar memilih pernikahan monogami denganmu & mempengaruhiku agar tidak lagi berpikir untuk melakukan pernikahan poligami?"

?6: "Iya. Sebenarnya ini adalah pertaruhan besar dalam hidupku karena peluangku untuk membuatmu mengubah pilihanmu adalah kecil setelah aku mengetahui bagaimana dirimu mempertahankan pilihanmu pada pernikahan poligami. Tapi aku juga memahami bahwa pilihanmu tersebut juga merupakan pertaruhan besar dalam hidupmu, karena sangatlah sedikit jumlah perempuan yang bersedia dipoligami. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan terus berusaha mengubah & mempengaruhi pendirianmu tentang pernikahan poligami."

A: "Bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya? Bagaimana jika aku dapat mengubahmu untuk menerima pernikahan poligami & mempengaruhimu untuk menjadikan poligami sebagai jalan untuk meraih kebahagiaanmu? & bagaimana jika aku dapat menunjukkan bahwa meskipun berbagi cinta & berbagi suami dengan perempuan lain, kita masih dapat hidup bahagia? Perlu kamu ketahui bahwa menjadi suami dari beberapa istri adalah suatu hal yang berat sebagaimana beratnya menjadi seorang istri di antara beberapa istri yang lain. Pihak suami & pihak istri dalam pernikahan poligami sama-sama memikul suatu beban yang berat. Jadi pilihan untuk melakukan poligami atau melakukan monogami adalah tergantung pada keputusan kita. Jika kita bersedia menanggung beban yang berat maka kita bisa memilih pernikahan poligami. Jika kita tidak mau menanggung beban yang berat maka kita dapat memilih pernikahan monogami."

?6: "Penjelasanmu sangat logis sehingga aku tidak akan membantahnya. Tapi aku tetap berpegang pada pendirianku untuk memilih monogami daripada poligami. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempengaruhimu agar memilih monogami sehingga kita bisa hidup bersama."

A: "Karena kamu sudah mengenalku, maka tentunya kamu tahu aku seperti apa serta tahu apa yang menjadi pilihan & tujuan hidupku. Btw, daripada kita berdialog panjang lebar dalam membahas hal yang bertolak belakang tentang poligami & monogami yang sebenarnya adalah masalah pilihan hidup masing-masing orang, maka sebaiknya kita kembali lagi ke tujuan awal pertemuan kita di sini yakni untuk membicarakan penawaran paket perjalanan wisata gratis darimu. Tolong kamu jelaskan padaku tentang seperti apa penawaranmu itu serta apa yang perlu aku persiapkan & lakukan dalam perjalanan wisata tersebut?"

?6: "Ok...Benar juga katamu. Kita fokus pada tujuan awal kita. Untuk pembahasan hal yang bersifat pribadi, kita akan bahas sambil jalan saja."

Tidak terasa perbincangan di antara mereka sudah berlangsung cukup lama sehingga minuman & makanan ringan yang terhidang di atas meja tinggal sedikit karena telah mereka makan & minum di sela-sela perbincangan mereka. Karena makanan & minuman mereka sudah tinggal sedikit ?6 memanggil pelayan untuk mengemasi makanan & minuman tersebut lalu menggantinya dengan yang baru.

?6: "Ohya, tolong bawakan kami makan malam seperti yang telah saya pesankan tadi di kasir." katanya kepada pelayan yang sedang mengemasi makanan & minuman yang terhidang di meja.

A: "Maaf, kamu mengundangku di rumah makan mewah seperti ini tapi aku tidak membawa cukup uang untuk membayarnya jika yang dipesan adalah menu makanan yang terlalu mewah. Jadi biarkan aku memilih menu yang sesuai dengan uang yang aku bawa saat ini."

?6: "Oh... Jangan pikirkan hal itu. Semua biaya yang aku keluarkan hari ini sudah ditanggung perusahaan. Saat ini kamu hanya cukup memikirkan penawaran yang aku berikan."

A: "Oh, begitu ya... Bisa aku lihat dokumen penawaran yang diajukan untukku sekarang?"

?6: "Iya, bisa. Ini baca-bacalah dahulu. Sambil membacanya aku akan menceritakan secara garis besar penawaran tersebut. Tapi jika di tengah penjelasanku ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan, kamu bisa langsung bertanya padaku." katanya sambil menyerahkan dokumen penawarannya pada A.

A: "Baik. Saya lihat dulu dokumen ini." katanya sambil memegang & membuka-buka dokumen tersebut.

?6: "Saat ini kita perlu mengembangkan wisata Indonesia untuk mendayagunakan potensi besar yang terpendam dalam sumber daya manusia & sumber daya alamnya. Selama ini kita seolah tidak menyadari potensi besar ini. Kita memiliki banyak kekayaan budaya & kekayaan alam. Tetapi potensi besar tersebut belum didayagunakan secara maksimal untuk memajukan Indonesia. Malah selama ini kita kurang memperhatikan potensi budaya yang kita miliki bahkan potensi alam kita banyak didayagunakan untuk menguntungkan oknum tertentu padahal seharusnya segala potensi yang ada di negara kita seharusnya didayagunakan untuk memajukan bangsa & negara bukan untuk oknum-oknum tertentu."

A: "Aku suka penjelasan pembuka untuk penawaranmu ini. Jadi rencananya apa tugasku dalam proyekmu ini?" tanyanya sambil terus membuka-buka & membaca-baca dokumen penawaran tersebut."

?6: "Yang kamu lakukan adalah membuat tulisan yang bertujuan untuk mempromosikan berbagai potensi wisata yang akan kamu kunjungi sesuai dengan paket perjalanan wisata yang kamu terima. Dalam perjalanan wisata tersebut kamu tidak sendirian. Kamu akan ditemani oleh beberapa orang yang bertugas untuk membuat film dokumenter dari perjalanan wisata tersebut."

A: "Jadi proyekmu ini tidak hanya promosi wisata dalam bentuk tulisan tapi juga dalam bentuk film dokumenter?! Idemu ini sangat bagus. Tapi sebentar, di sini tertulis bahwa biaya proyekmu membutuhkan dana yang cukup besar. & di sini juga tertulis alokasi dana untukku juga cukup besar. Dari manakah semua dana ini berasal? & apakah mengalokasikan dana yang cukup besar untukku tidak membebani perusahaanmu?"

?6: "Jangan kuatirkan hal itu. Semua sudah diperhitungkan oleh manajemen perusahaanku. Jadi berapapun nilai yang tertera di dokumen tersebut, itu adalah nilai yang wajar. Nilai yang kami anggarkan untukmu yang menurutmu cukup besar, adalah nilai yang sudah sepantasnya diberikan untukmu. Sedangkan perusahaanku tetap mendapatkan untung dari proyek ini bahkan jika proyek ini sukses, perusahaanku akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari itu. Sedangkan mengenai dana-dana yang dibutuhkan untuk membiayai proyek ini adalah berasal dari sponsor. Beberapa pihak yang menjadi sponsor kita adalah perusahaan travel, hotel, restoran, pemerintah daerah setempat, & beberapa bisnis yang terkait dengan wisata. Karena semua sudah dipersiapkan oleh pihak manajemen, maka saat ini yang harus kamu lakukan adalah fokus pada tugasmu dengan cara menuangkan ide & pemikiranmu dalam bentuk tulisan untuk mengerjakan proyek ini. Berusahalah semaksimal mungkin & hasilkan karya terbaikmu, syukur-syukur bisa menghasilkan suatu karya monumenal yang dapat dikenang sepanjang masa."

A: "Mmm...Sebuah gambaran proyek yang sangat idealis & nasionalis. Tapi aku jadi berpikir, mengapa dokumen yang kamu tunjukkan padaku berisi data-data penting yang seharusnya hanya dibaca oleh para manajer perusahaanmu? Apakah kamu salah membawakan dokumen untukku?"

?6: "Tidak. Memang aku sengaja melakukannya. Bahkan dokumen ini akan aku berikan padamu agar kamu bisa mempelajari proyekku ini secara menyeluruh. Sebenarnya dokumen yang seharusnya diberikan & ditandatangani olehmu  adalah hanya beberapa lembar kertas yang ditaruh di bagian paling atas dokumen tersebut. Masih ingat tidak apa tujuan sebenarnya dari proyek baruku ini?! Semua ini adalah tentang kamu. Aku ingin melibatkanmu secara lebih dalam pada proyek yang aku buat. Bukankah kamu belum memiliki banyak pengalaman tentang bisnis? & saat ini aku mau tunjukkan padamu bagaimana cara bisnisku bekerja. Secara teori kamu boleh-lah lebih unggul dariku, tapi soal pengalaman bisnis, kamu harus banyak belajar dariku. Aku sedang mempersiapkan jalan bagi kita berdua untuk menyambut masa depan kita. Kalau semua berjalan sesuai rencanaku, maka kita akan saling mengisi dalam membangun & mewujudkan mimpi besar kita berdua. Aku telah lama memimpikan saat ini, yakni saat bersama seseorang yang dapat saling mengisi & membantuku dalam mewujudkan visi misi yang aku & orang tersebut punya."

A: "Kamu berusaha membawaku untuk masuk ke dalam impianmu, jika kamu bersedia dipoligami sih tidak apa-apa, aku akan bersedia masuk & menjelajahi mimpimu untuk kemudian setelah itu memadukannya dengan mimpi yang aku punya. Jadi kita bisa saling membantu dalam mewujudkan mimpi kita masing-masing."

?6: "Jika impianmu adalah untuk mewujudkan pernikahan poligami, maka kita perlu membicarakannya pelan-pelan. Tidak mengapa jika pada awalnya kita berbeda pendapat tentang pernikahan poligami. Aku sadar bahwa adalah hal yang sulit untuk mendamaikan pendapat kita yang berseberangan tentang poligami. Tapi aku tidak akan menyerah di awal-awal proses PDKT kita jika aku belum berusaha semaksimal mungkin. Bisa saja terjadi tarik menarik pendapat di antara kita. Suatu saat aku dapat ditarik ke arah pendapatmu tetapi bisa juga suatu saat kamu ditarik ke arah pendapatku. Entahlah...Siapa yang nanti pada akhirnya akan menyerah & menyeberang ke pendapat pihak lawan. Atau bisa jadi tidak ada yang akan menyerah karena tetap mempertahankan pendapatnya masing-masing. Tapi paling tidak aku pantang menyerah sebelum terlebih dahulu berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan mimpiku bersamamu."

A: "Aku pernah mengalami hubungan tarik-menarik semacam ini. Agar tidak mengulangi cerita lama yang dapat menyakiti hati kita, maka aku akan tegaskan di awal bahwa dasar hubungan kita adalah pertemanan sehingga sampai akhir pun hubungan kita akan tetap menjadi teman. Jika ingin menjalin hubungan yang lebih dari itu atau ingin menjalin hubungan yang sangat dekat satu sama lain, maka kita harus memastikan dahulu apakah kita sudah siap untuk saling menerima kesalahan, keburukan, kelemahan, & kekurangan masing-masing. Jika kita sudah siap untuk saling menerima hal tersebut, maka kita bisa berlanjut kepada jalinan hubungan yang lebih dekat & serius. Jika kita belum siap menerima hal itu, maka lebih baik kita abaikan semua perasaan yang muncul di antara kita & hanya fokus pada usaha untuk menjalin & mempertahankan hubungan pertemanan kita."

?6: "Ya..iya..iya..jadi kita hanya sekedar teman biasa. Aku akan coba untuk mengingat-ingat hal ini."

A: "Ini dia contoh yang aku maksudkan! Di awal pembicaraan kita, kamu sudah bisa menerima bahwa diriku seperti ini. Jika dalam proses PDKT kita, kamu banyak menerima perbedaan yang ada di antara kita, maka kita bisa mempertimbangkan untuk menjalin hubungan lebih dekat yang lebih dari sekedar hubungan pertemanan saja. Begitupun sebaliknya, jika kita sering tidak dapat menerima perbedaan yang ada di antara kita, maka kita tidak perlu mempertimbangkan untuk menjalin hubungan yang lebih dekat oleh karena itu kita hanya perlu menjaga hubungan baik di antara kita sebatas hubungan pertemanan saja. Bukankah dengan cara seperti ini, maka tidak ada yang akan merasa tersakiti satu sama lain?

?6: "Baiklah... Kita hanya teman. Aku akan tanamkan dalam benakku bahwa hubungan kita tidak lebih dari teman agar tidak ada yang akan merasa tersakiti satu sama lain."

A: "Kita harus terus ingat bahwa niat awal kita adalah berteman satu sama lain & hubungan serius hanya akan terjadi ketika kita banyak menerima perbedaan yang ada di antara kita. Kecewa & sakit hati hanya terjadi ketika kita terpaksa menerima orang lain menjadi kekasih kita/memaksa orang lain agar menerima kita menjadi kekasihnya. Selama ini yang terjadi padaku adalah orang lain memaksaku untuk menerima dirinya, padahal aku dengan mereka belum pernah saling menjalin hubungan yang sangat dekat dalam rangka memahami satu sama lain agar dapat memutuskan apakah kita dapat menerima perbedaan yang ada di antara kita/bahkan kita tidak dapat menerima perbedaan yang ada di antara kita. Hal inilah yang membuat cerita cintaku di masa lalu terjadi secara putus nyambung/mempertahankan hubungan yang seharusnya berakhir. Karena sekarang semua cerita sudah terungkap, maka seharusnya cerita cinta yang rumit di masa lalu tidak terulang lagi."

?6: "Wow... Penjelasan yang panjang tapi merangkum semua masalah cintamu sekaligus solusi & sikapmu terhadap berbagai masalah cintamu di masa lalu. Aku tidak bisa berhenti terheran-heran pada pemahamanmu terhadap masalah cinta yang pernah kamu alami. Bolehkah aku memandangmu beberapa lama untuk menyadarkanku & meyakinkanku bahwa ini bukanlah mimpi serta untuk memantapkan hatiku bahwa apakah aku dapat menerimamu sepenuh hati ataukah hanya setengah hati atau bahkan cintaku hanyalah imajinasiku yang berlebihan tentangmu?"

A: "Silahkan. Mau dilihat selama apapun atau dari manapun, aku tetaplah seperti ini, karena memang seperti inilah aku. Tapi apakah aku perlu untuk menatap matamu juga?"

?6: "Eh..jangan! Saat aku berkata ingin memandangmu sepuas hatiku, jantungku sedikit berdetak kencang. Sepertinya aku sekarang merasa gugup untuk melihatmu sepenuhnya. Jadi sebaiknya kamu jangan menatap mataku secara dalam. Kamu lihatlah diriku secara wajar saja. Beberapa saat kamu bisa lihat wajahku, kerudungku, tanganku, atau memalingkan pandangan matamu pada hal lain di ruangan ini & lain sebagainya. Pokoknya jangan sampai aku melihatmu seperti seorang pria yang sedang memperhatikanku karena ada suatu perasaan khusus. Lihat! Tanganku menjadi sedikit berkeringat karena jantungku berdetak lebih kencang saat terbawa perasaan ketika membicarakan perasaanku padamu." katanya sambil memperlihatkan tangannya yang berkeringat tersebut.

A: "Ok...ok...Apakah sekarang kita bisa mulai?"

?6: "Iya! Tapi selama aku memperhatikanmu, kamu jangan berbicara sepatah kata apapun ya?!"

A: "Ok." Sambil memindahkan tangannya ke atas meja untuk meraih minuman yang telah dihidangkan sewajar mungkin sebagai usahanya untuk memenuhi permintaan ?6. A bersikap seolah dia sedang sendirian di meja makan tersebut & seolah tidak melihat ada seorang gadis di depannya yang sedang memperhatikan A terus menerus. A berusaha menikmati dirinya yang seolah berada di tempat sepi dengan melakukan gerakan-gerakan wajar bak seorang pria sendirian yang sedang menunggu seseorang. Sesekali dia meraih beberapa makanan ringan di dekatnya & sesekali dia menikmati makan malam yang ada di hadapannya. Dia tidak berusaha menghabiskan makanannya di atas meja karena menunggu ?6 menyelesaikan keinginannya tersebut.

Bersambung...

Friday, 25 March 2016

Memperjuangkan kemerdekaan Palestina di tengah peradaban modern

Peperangan antara Israel & Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun. Tidak terhitung sudah berapa banyak korban yang berjatuhan baik dari kalangan sipil maupun militer dari ke dua belah pihak. Yang patut mendapat sorotan kita adalah para korban yang masih berusia belia yang seharusnya tidak ada sangkut pautnya dengan peperangan ini. Mereka masih belum mengerti apa tujuan dari peperangan ini bahkan mereka belum mengerti tujuan hidup mereka sendiri. Sebelum sampai pada penemuan jawaban atas pertanyaan mendasar tentang kehidupan ini, hak hidup mereka telah direnggut. Para korban yang masih belia itu tidak sempat mengenali bermacam sisi kehidupan di dunia ini bahkan tidak sempat mengenali dirinya sendiri. Hak mereka untuk menjalani & menikmati kehidupan dicabut.

Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang bersedia direnggut hak hidupnya, bahkan orang yang biasa merenggut kehidupan orang lain pun tidak akan bersedia direnggut hak hidupnya. Karena hak hidup & menjalani kehidupan adalah hak mendasar yang dimiliki oleh setiap orang. Saat seseorang terlahir di dunia, maka saat itulah dimulai kisah hidupnya di dunia ini. Kisah yang dimulai dengan lahirnya jiwa murni seorang manusia yang berwujud bayi mungil. Bayi mungil yang keluar dari rahim ibunya tanpa mengenakan apa-apa & tanpa membawa apa-apa. Bayi mungil yang terlahir dalam keadaan suci & tanpa dosa. Bayi mungil yang terlahir tanpa tahu apa-apa & tanpa bisa berbuat apa-apa. Bayi mungil yang sangat lemah & tidak berdaya. Bayi mungil yang hanya bisa menangis & menjerit.

Kemudian bayi itu tumbuh besar menjadi anak-anak yang manis & lucu. Saat itu dunia bagi mereka adalah dunia yang sederhana & indah. Dunia yang penuh dengan imajinasi & penuh warna. Dunia bagi mereka adalah tempat bermain-main & bersenang-senang dengan teman sebayanya. Saat sudah beranjak remaja mereka berusaha mengenali & memahami berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya. Kemudian ketika sudah dewasa, mereka berusaha memegang kendali terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya & berusaha mengarahkannya kepada situasi & keadaan yang diinginkannya.

Uraian di atas adalah gambaran sederhana & ringkas tentang perjalanan hidup manusia sejak terlahir di dunia ini hingga dewasa. Tetapi kenyataan hidup tidak sesederhana itu. Kenyataan hidup begitu kompleks bahkan kita akan menemukan fakta dalam kehidupan bahwa antar umat manusia dapat saling berperang satu sama lain. Padahal kita semua mengetahui bahwa apapun alasan suatu peperangan dilakukan, peperangan hanya akan menimbulkan kerusakan bagi semua pihak yang terlibat bahkan kerusakan besar/kehancuran bagi pihak yang lemah/kalah. Contoh nyata peperangan yang terjadi di abad modern saat ini adalah peperangan yang dilakukan Palestina dalam rangka memperjuangkan kemerdekaannya dari Israel.

Kita tidak membahas siapa yang salah & siapa yang benar serta siapa yang menindas & siapa yang ditindas di sini, karena sebagai manusia yang berlogika & bermoral maka jawaban itu sudah sangat jelas tanpa perlu dijabarkan secara panjang lebar. Yang ditekankan di sini adalah lebih kepada usaha untuk mengetuk hati nurani setiap manusia baik dari bangsa Palestina & Israel serta bangsa-bangsa lain di dunia ini. Tulisan ini berusaha mengetuk & mempertanyakan apakah di tengah kehidupan yang serba modern (yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia serta ilmu pengetahuan & teknologi), masih ada tempat bagi pendudukan & penguasaan negara lain dengan cara peperangan?

Katakanlah, peperangan masih akan terus ada di dunia ini & kita tidak bisa menghindarinya, tetapi apakah suatu negara dibolehkan menyerang negara lain tanpa hak? Apakah suatu negara boleh menyerang negara lain tanpa alasan yang dapat dibenarkan? Semua negara di dunia pasti menjawab tidak, semua negara di dunia ini pasti tidak ingin diserang negara lain karena mereka menginginkan negaranya berlangsung damai serta tanpa mengalami suatu gangguan & kekacauan apapun. Jika kita menanyakan hal ini kepada negara yang menyerang negara lain, jawabannya pun akan sama, yakni tidak akan mau negaranya diserang negara lain.

Karena semua negara tidak ada yang ingin negaranya diserang negara lain, maka akan ada penentangan & pengecaman terhadap negara yang melakukan penyerangan kepada negara lain tanpa hak. Oleh karena itu contoh tindakan yang lebih jauh terhadap negara yang diduga dapat mengancam keamanan negara lain adalah dengan memberikan sanksi & boikot terhadap negara tersebut sampai beberapa lama. Hal ini seperti yang pernah terjadi pada Iran karena teknologi nuklirnya yang diduga dapat mengancam negara lain, tetapi pada akhirnya sanksi tersebut dicabut karena Iran dapat membuktikan bahwa teknologi nuklirnya adalah untuk kepentingan damai. Tetapi mengapa peperangan yang terjadi di Palestina yang memakan banyak korban & berjalan selama puluhan tahun, seolah dibiarkan begitu saja?

Katakanlah peperangan di Palestina tidak dibiarkan begitu saja, karena selama ini telah dilakukan berbagai usaha untuk menengahi & mendamaikan Palestina & Israel. Tetapi mengapa peperangan masih terus terjadi & korban masih terus berjatuhan sampai saat ini? Apakah segala usaha yang telah dilakukan tersebut sia-sia? Apakah semua negara tetangga hanya bisa menonton peperangan yang terjadi di hadapan mereka?  Apakah semua negara sahabat tidak bisa berbuat apa-apa? Mengapa semua negara di dunia seolah dibuat tidak berdaya dalam usaha menghentikan peperangan di Palestina?

Katakanlah saat ini kita tidak punya cukup kekuatan untuk menghentikan perang di Palestina. Tetapi sadarkah kita bahwa jika gabungan negara-negara di dunia (terutama negara-negara tetangga & sahabat serta negara-negara yang menjunjung tinggi HAM & perdamaian dunia) bisa menjadi kekuatan besar yang dapat menghentikan perang & memberikan hak kepada Palestina untuk memerdekakan diri. Bukankah Israel sudah mendapatkan haknya untuk berdiri menjadi sebuah negara yang merdeka & berdaulat? & saat ini adalah saat bagi Palestina dalam mendapatkan haknya untuk berdiri menjadi sebuah negara yang merdeka & berdaulat dengan dibantu oleh seluruh negara yang mengakui kebenaran kalimat: "kemerdekaan adalah hak setiap bangsa".

Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa & oleh sebab itu penjajahan di dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan & perikeadilan. Ini adalah sepenggal kalimat yang ada di dalam pembukaan UUD 45 negara Indonesia. Kata-kata yang sederhana tapi kaya makna & mengandung pengertian yang dalam. Jika kita menghayati kalimat tersebut, maka kita akan takjub pada kenyataan bahwa di jaman modern seperti saat ini ternyata masih ada bangsa yang berjuang dengan susah payah untuk mendapatkan kemerdekaannya. Karena hal ini, maka kita akan bertanya-tanya dalam hati kita, di manakah peradaban maju yang berisi manusia-manusia dengan peradaban terbaiknya? Apakah saat ini bisa disebut sebagai peradaban maju jika masih ada bangsa yang terlunta-lunta dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya?

Marilah kita mencoba meresapi kata-kata: "Kemerdekaan adalah hak setiap bangsa". Karena kemerdekaan adalah hak setiap bangsa, maka tidak ada satu pun negara di dunia ini yang bersedia dicabut hak kemerdekaannya. Karena kemerdekaan adalah hak setiap bangsa, maka tidak boleh ada satu pun negara yang menghalang-halangi apalagi menjajah negara lain. Karena Palestina adalah salah satu bangsa di dunia ini, maka tidak boleh ada satu pun negara yang menghalangi apalagi menjajahnya. Karena Israel adalah salah satu bangsa di dunia ini, maka tidak boleh ada satu pun negara di dunia ini yang mencabut hak kemerdekaannya. Begitupun Palestina, karena Palestina adalah salah satu bangsa di dunia ini, maka tidak boleh ada satu pun negara di dunia ini yang mencabut hak kemerdekaannya.

Setiap negara di dunia adalah sejajar & berdaulat. Oleh sebab itu, setiap negara harus saling menghormati kemerdekaan & kedaulatan negara lain. Tidak terkecuali Palestina sebagai bangsa yang masih memperjuang kemerdekaan negaranya, maka setiap negara harus mendukung & membantu memperjuangkan kemerdekaan negaranya. Israel & negara-negara pendukungnya harus menyadari bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa. Kemerdekaan adalah hak mendasar bagi setiap orang & setiap bangsa di dunia ini. Tidak ada satu orang pun & tidak ada satu bangsa pun yang bersedia dicabut hak kemerdekaannya. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang besar & yang memiliki peradaban yang maju, memberikan hak kemerdekaan kepada bangsa Palestina adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan.

Alasan lain mengapa tulisan ini dibuat adalah dalam rangka mendudukkan manusia pada tempatnya yakni mendudukkan manusia pada posisinya yang sama antara satu dengan yang lainnya di hadapanNYA (kecuali orang-orang yang bertakwa kepadaNYA). & hal ini berarti bahwa setiap bangsa di dunia memiliki kedudukan yang sama yakni tidak ada yang ditinggikan/direndahkan. Meskipun ras, suku & agama kita berbeda-beda, tetapi kita semua satu dalam hal sebutan untuk jenis kita yakni umat manusia. Kita sama-sama manusia & kita sama-sama memiliki pikiran, perasaan, & hati untuk memahami kehidupan ini. Kita memiliki konsep ideal yang sama dalam memahami arti indahnya perdamaian & buruknya peperangan.

Jika kita semua mau berkata sejujurnya, tidak ada satu pun orang yang normal di dunia ini yang menginginkan peperangan, begitupun Israel & Palestina. Kita meyakini bahwa masih banyak orang Israel yang cinta damai begitupula orang Palestina. Jadi orang-orang Israel yang cinta damai & orang-orang Palestina yang cinta damai, dapat bersatu & bertekad untuk mengakhiri peperangan ini. Dampak perang pasti merusak bagi pihak-pihak yang terkait, jadi penyelesaian konflik secara damai adalah cara terbaik dibanding penyelesaian dengan cara perang.

Oleh karena itu mari kita selesaikan peperangan tersebut untuk mewujudkan perdamaian antar negara dengan menggunakan prinsip memberikan hak pada setiap negara untuk mendapatkan kemerdekaannya & mendapatkan kedaulatan atas wilayahnya sebagaimana mestinya & dengan seadil-adilnya. Sehingga peperangan antara Palestina & Israel diselesaikan dengan cara memberikan kemerdekaan kepada Palestina & memberikan kedaulatan atas wilayah masing-masing sebagaimana mestinya & seadil-adilnya kepada Palestina & Israel.